Halaman


counters

Sabtu, 20 April 2013

Pengertian Pergulan Bebas




PERGAULAN BEBAS







Pergaulan bebas adalah bahaya laten yang melanda umat. Dengan potret kehidupan bermasyarakat yang bebas, lepas sama sekali dari kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan berbagai aturan (termasuk syariat) yang ada, akan tercipta sebuah kehidupan yang amburadul, tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya untuk bergerak, berbicara, dan berbuat dengan leluasa. Dalam kondisi semacam ini akhirnya hawa nafsu dituhankan, syariat Islam dicampakkan, dan rasa malu nyaris tak tersisakan. Dengan demikian, tak ubahnya kehidupan yang dijalani seperti kehidupan binatang ternak, bahkan lebih sesat darinya. Wallahul musta’an.
Memaknai Pergaulan Bebas
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa kata pergaulan bermakna kehidupan bermasyarakat. Adapun kata bebas mempunyai beberapa makna, di antaranya adalah:
- Lepas sama sekali tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya sehingga boleh bergerak berbicara, berbuat, dan sebagainya dengan leluasa.
- Lepas dari kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan sebagainya.
- Tidak terikat atau terbatas oleh aturan-aturan, dan sebagainya.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pergaulan bebas adalah kehidupan bermasyarakat yang lepas sama sekali dari kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan berbagai aturan yang ada, sehingga tidak terhalang, terganggu, dan sebagainya untuk bergerak, berbicara, dan berbuat dengan leluasa.
Dari sini pula dapat disimpulkan bahwa pergaulan bebas hakikatnya tidak terbatas pada apa yang terjadi di antara para kawula muda pria dan wanita semata.
Topik pergaulan bebas mencakup semua bentuk kehidupan bermasyarakat yang bersifat bebas, lepas sama sekali dari kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan berbagai aturan yang ada.
Menilik dari Kacamata Syariat
Para pembaca yang mulia, tidak bisa dimungkiri bahwa kehidupan bermasyarakat secara bebas, lepas sama sekali dari kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan berbagai aturan (termasuk syariat) yang ada adalah fenomena yang terjadi pada sebagian manusia. Padahal apabila dirunut hakikat dan ihwalnya, tidak sepantasnya mereka memilih kehidupan yang bersifat bebas tersebut.
Betapa tidak. Dengan segala hikmah dan keadilan-Nya, Allah l menciptakan manusia sebagai makhluk yang dilingkupi oleh segala kelemahan dan keterbatasan. Ia mengawali kehidupannya dalam keadaan lemah, kemudian sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Allah l berfirman,
“Dan manusia diciptakan dalam keadaan (bersifat) lemah.” (an-Nisa’: 28)
“Allah, Dialah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kalian) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kalian) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (ar-Rum: 54)
Sungguh, tanpa nikmat, karunia, pertolongan, dan kekuatan dari Allah l, tidak mungkin manusia bisa menjalani pahit getirnya kehidupan ini dengan selamat. Oleh karena itu, Allah l mengingatkan mereka dengan firman-Nya,
“Hai sekalian manusia, kalianlah yang amat butuh kepada Allah, dan Allah Dia-lah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (Fathir: 15)
Demikianlah manusia dengan segala kelemahan dan keterbatasannya. Semua hakikatnya dalam perjalanan menuju Rabb-nya, sedangkan kemampuan beramal sangat terbatas pada umur yang Dia l tentukan. Saat kematian tiba, tak seorang pun dapat menghindar atau tertangguhkan darinya. Allah l berfirman,
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (al-Munafiqun: 11)
Ditinjau dari sudut keimanan, kehidupan dunia yang dijalani oleh manusia itu bukanlah akhir perjalanannya. Masih ada dua kehidupan berikutnya; di alam barzah (kubur) dan di alam akhirat. Di alam barzah (kubur), setiap manusia akan menghuninya seorang diri tanpa ditemani oleh kawan atau orang yang dicintainya. Segudang harta yang telah lama ditimbunnya di dunia tak lagi setia di sampingnya. Dengan hanya mengenakan kain kafan yang melilit tubuh, berbaring di atas seonggok tanah yang tak beralas di liang lahat yang sempit, masing-masing akan mendapatkan azab kubur atau nikmat kubur sesuai dengan perhitungannya di sisi Allah l.
Di alam akhirat, masing-masing akan menghadap Allah l seorang diri pula guna mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan yang dikerjakannya selama hidup di dunia. Ia akan diberi balasan yang setimpal oleh Allah l atas segala yang diperbuatnya itu. Allah lberfirman,
“Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (Maryam: 95)
“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja (berbuat) dengan penuh kesungguhan menuju Rabb-mu, maka pasti kamu akan menemui-Nya (untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan yang dilakukan).” (al-Insyiqaq: 6)
“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah (semut yang sangat kecil) pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejelekan seberat zarrah (semut yang sangat kecil) pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (az-Zalzalah: 7—8)
Jika demikian, tak diragukan lagi bahwa kehidupan bermasyarakat secara bebas, lepas sama sekali dari kewajiban, tuntutan, perasaan takut, dan berbagai aturan (termasuk syariat) yang ada hukumnya adalah haram. Oleh karena itu, dari sisi manakah uzur manusia untuk memilih kehidupan bermasyarakat secara bebas tersebut? Pantaskah perilaku buruk tersebut ditujukan kepada Allah l, Pencipta alam semesta ini?! Betapa naifnya manusia (siapa pun dia) apabila memilih kebebasan dalam kehidupan bermasyarakatnya dengan menuhankan hawa nafsu, melepaskan diri dari ikatan syariat Islam yang mulia, dan mencampakkan fitrah yang suci.Mengapa Muncul Pergaulan Bebas?
Pergaulan bebas tidaklah terjadi begitu saja. Segala sesuatu ada sebab yang melatarbelakanginya. Adakalanya dilatarbelakangi oleh persepsi yang salah dalam memahami hakikat kehidupan. Bisa jadi, mereka berpandangan bahwa kehidupan itu tidak lain kehidupan di dunia saja dan tidak ada yang akan membinasakan selain masa. Dengan demikian, setelah tiba kematian, selesailah kehidupan tanpa ada pertanggungjawaban. Di samping itu, bisa jadi hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ilmu dan iman. Adakalanya karena meniru budaya barat (baca: kafir) dan lainnya. Ujungnya, ayat-ayat Allah l dicampakkan dan hawa nafsu dituhankan hingga rasa malu tak tersisakan. Akhirnya, laju kehidupan tak terkendalikan.
Manakala sebuah kehidupan tak lagi mengindahkan rambu-rambu ilahi yang suci dan semakin nyata bentuk penentangan terhadap sang Pencipta Yang Mahakuasa, maka Allah l akan membiarkan pelakunya tersesat berdasarkan ilmu-Nya. Allah akan l mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya. Allah l berfirman,
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Dan mereka berkata, ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa,’ dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan, ‘Datangkanlah nenek moyang kami jika kalian adalah orang-orang yang benar.’ Katakanlah, ‘Allahlah yang menghidupkan kalian kemudian mematikan kalian, setelah itu mengumpulkan kalian pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (al-Jatsiyah: 23—26)
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kehidupan ini tak bisa dijalani begitu saja tanpa tatanan dan aturan yang harus diikuti. Sebagai pribadi muslim, tatanan dan aturan yang harus diikuti adalah syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah n, bukan hawa nafsu, adat istiadat, atau budaya suatu negeri.
Demikianlah bimbingan Allah l terhadap Rasul-Nya yang mulia, sebagaimana dalam firman-Nya,
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (rincian aturan hidup yang harus dijalani) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (al-Jatsiyah: 18)
Mengapa yang dijadikan sebagai tatanan dan aturan itu adalah syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah n, bukan hawa nafsu, adat istiadat, atau budaya suatu negeri?
Ya, karena syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah n itu selain sempurna dan memenuhi segala kebutuhan hidup umat manusia, ia pun sangat sesuai dengan fitrah yang suci. Syariat tersebut tidak memiliki kesempitan dan bukan belenggu yang memberatkan. Hal ini sebagaimana firman Allah l,
“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan.” (al-Hajj: 78)
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz t dalam ceramah agama yang bertajuk asy-Syari’ah al-Islamiyyah wa Mahasinuha wa Dharuratu al-Basyar Ilaiha mengatakan, “Syariat ini dipenuhi oleh kemudahan, toleransi, kasih sayang, dan kebaikan. Selain itu, syariat ini juga dipenuhi oleh maslahat yang tinggi dan senantiasa memerhatikan berbagai sisi yang mengantarkan para hamba kepada kebahagiaan dan kehidupan yang mulia di dunia serta di akhirat.”
Dengan demikian, sangatlah berbeda kondisi orang-orang yang hidup di bawah naungan syariat Islam dengan orang-orang yang hatinya membatu. Allah l berfirman,
“Maka apakah orang-orang yang Allah lapangkan dadanya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah, mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (az-Zumar: 22)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di t berkata, “Apakah orang yang Allah l melapangkan dadanya untuk menyambut agama Islam, siap menerima dan menjalankan segala hukum (syariat) yang dikandungnya dengan penuh kelapangan, bertebar sahaja, dan di atas kejelasan ilmu (inilah makna firman Allah l, ‘ia mendapat cahaya dari Rabbnya’), sama dengan selainnya? Yaitu, orang-orang yang membatu hatinya terhadap Kitabullah, enggan mengingat ayat-ayat-Nya, dan berat hatinya untuk menyebut (nama)-Nya. Bahkan, kondisinya selalu berpaling dari (ibadah kepada) Rabbnya dan mempersembahkan (ibadah tersebut) kepada selain Allah l. Merekalah orang-orang yang ditimpa oleh kecelakaan dan kejelekan yang besar.” (Taisir al-Karimirrahman, hlm. 668)
Betapa indahnya syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah n itu. Syariat yang memerhatikan hubungan antara hamba dengan Allah l, Sang Pencipta. Syariat yang memosisikan-Nya sebagai tumpuan dalam hidup ini, berserah diri kepada-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Di samping itu, syariat ini memerhatikan hubungan antara hamba dan sesamanya, dengan cara menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, menyantuni yang lemah, membantu orang yang tertimpa musibah, menyambung tali silaturahim, menjaga hubungan baik dengan tetangga, memuliakan tamu, jujur dalam berbuat dan berkata, serta hal-hal lainnya. Syariat ini bersifat adil dan tepat, tidak berlebihan dan tidak bermudah-mudahan dalam segala aspeknya.
Atas dasar itu, setiap pribadi muslim wajib berpegang teguh dengan agama Islam dan syariatnya yang sempurna selama hayat masih dikandung badan. Setiap muslim seharusnya mengedepankannya di atas segala dorongan hawa nafsu, adat istiadat/budaya negerinya, dan yang selainnya. Selain itu, seorang muslim juga senantiasa menaati Rasulullah n dan tak menentangnya sedikit pun. Dengan demikian, ia akan terbimbing untuk masuk ke al-jannah (surga) dan diselamatkan dari azab Allah l yang amat pedih.
Rasulullah n bersabda,
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
“Semua umatku akan masuk ke dalam al-Jannah (surga) kecuali yang enggan.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan itu?” Rasulullah menjawab, “Barang siapa yang taat kepadaku pasti masuk ke dalam al-jannah (surga), dan barang siapa menentangku maka dialah orang yang enggan.” (HR. al-Bukhari no. 7280 dari sahabat Abu Hurairah z)





Dampak Pergaulan Bebas Bagi Masyarakat
Para pembaca yang mulia, pergaulan bebas dengan pengertian di atas sangat berdampak bagi masyarakat. Betapa tidak, manakala sebuah masyarakat menuhankan hawa nafsu, sementara itu syariat dicampakkan begitu saja dan tak berbekas dalam kalbu, setiap individu mereka akan hidup tanpa rambu-rambu, tidak terhalang untuk bergerak dan berbicara serta leluasa berbuat segala sesuatu tanpa rasa malu. Akhirnya, kehidupan masyarakat yang seperti itu tak ubahnya seperti kehidupan binatang ternak, bahkan lebih sesat darinya.
Hal ini sebagaimana firman Allah l,
ﭗﭘ ﭜﭝ
“Tidakkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” (al-Furqan: 43—44)
Bisa dibayangkan, betapa hancurnya sebuah masyarakat manakala kehidupannya sama dengan kehidupan binatang ternak, bahkan lebih sesat darinya. Di antara mereka ada yang bergelimang dalam kesyirikan, ada yang tenggelam dalam kebid’ahan, ada yang berbuat zina, minum minuman keras (miras), narkoba, berjudi dengan segala modelnya, pornoaksi, pornografi, dan berbagai kemaksiatan lainnya. Sementara itu, pembunuhan, perampokan, penjambretan, pencurian, korupsi, penipuan, dan berbagai tindakan kriminalitas lainnya menjamur di mana-mana.
Di antara contoh kasus dari dampak pergaulan bebas itu adalah apa yang terjadi pada para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam kelompok punk. Sebuah kelompok yang ekstrem mengampanyekan hidup secara bebas. Perhatikanlah kehidupan mereka! Mereka tak pernah memerhatikan kebersihan dan kesehatan diri sendiri, apalagi lingkungan sekitarnya. Dengan penampilan rambut yang khas, tubuh yang kotor, dan pakaian yang lusuh, bebas bergerak ke sana dan kemari, dari satu kota ke kota lainnya tanpa memedulikan norma-norma agama, bimbingan orang tua, dan aturan pemerintah. Mereka berkumpul, bahkan tidur di perempatan-perempatan jalan, campur baur antara lelaki dan perempuan secara bebas tanpa ada rasa malu.
Sebuah realitas kehidupan yang menyedihkan. Padahal para pemuda dan pemudi itu adalah aset utama setiap umat. Merekalah generasi penerus bangsa dan pemeran utama dalam banyak lini kehidupan bermasyarakat. Apabila kondisi para pemuda dan pemudinya seperti itu, bisa dibayangkan betapa buruknya kondisi suatu umat, generasi, dan bangsa. Berdasarkan hal ini, dapat diketahui bahwa pergaulan bebas adalah bahaya laten yang harus selalu diwaspadai oleh setiap pribadi muslim. Keberadaannya di tengah umat sangat berdampak bagi kehidupan masyarakatnya.
Akhir kata, semoga sajian “Manhaji” kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua, menyinari jiwa yang gelap karena belenggu hawa nafsu, melunakkan hati yang membatu karena karat-karat dosa, dan menyejukkan pandangan para pencari kebenaran.
Amin, ya Rabbal ‘alamin.



sekian dulu pemberitahuan dari saya, semoga permanfaat untuk anda....... 

kata-kata lucu


Kata Kata Lucu
Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku, dekatkanlah… Tapi kalau bukan jodohku, Jodohin dong.

Sisi positif merokok sebenernya banyak: positif kanker, positif impoten, positif gangguan kehamilan dan janin.

PLN mengumumkan Pemadaman Listrik Bergilir sudah ditiadakan, diganti dengan Penyalaan Listrik Bergilir.

Sifat cowok :
1. Kreatif
2. Ambisius
3. Modern
4. Pesimis
5. Radikal
6. Eksotik
7. Tangguh
Kalau di singkat, sifat cowok itu K.A.M.P.R.E. T.

Seorang pengemis telah menemukan buku porno dijalan, tiba2x dibukalah buku tersebut “Ya Tuhan”, “Ya ampun”, Ya abissss.

SELAMAT!!!!!!
andalah pemenang door prize dari pasta gigi!
anda berhak untuk mendapatkan Mercedes Benz..
anda cukup mengirimkan 2 gigi depan anda beserta gusinya

Cinta ditolak dukun Ngakak

Istri lihat suami asyik baca koran sore..." ENAK JD KORAN YAA...tiap sore DIPANDAANG.. .& DIPEGANGIIIIN TRSS..." Suami menjawab dgn cuek..."ANDAI KORAN INI ISTRIKU..TIAP SORE GANTI TERUS..

Guru : "Rokim,100x10 berapa ?"
Rokim : "Serabi, pak"
Guru : Seribu Rokim!
Rokim : "Maaf pak, laper.."

Dibutuhkan jiwa yang besar bagi seorang laki-laki untuk menangis, tetapi dibutuhkan pria dengan badan yang lebih besar lagi jika ingin ngetawain pria yang sedang nangis.

Hematlah air..Mandilah di bawah shower bersama kekasih kita.

Menurut penelitian terbaru oleh para ahli kedokteran, ternyata 100 % penyebab kematian seseorang adalah jantung, yaitu JANTUNGNYA BERHENTI BERDENYUT

Ingin mendapatkan Rp 50.000 perhari dari Coca Cola? caranya gampang, kumpulkan tutup botol Coca Cola, paku, dan sebilah kayu. Goyangkan diperempatan jalan sambil bernyanyi.

ada 3 cinta yang tak akan pernah habis,
1. Cinta Tuhan kpd umatnya,
2. Cinta org tua kpd anaknya,
3. Cinta fitri


Kata Kata Lucu


Kata teman ku, km orangnya baik, km pengertian, bijaksana, tidak sombong, rendah diri, km juga cantik, manis, seksi, pokoknya sempurna dehh...tapi itu kata teman ku buat aku bukan buat km. :p

Selama apaPun Engaku menunggu q, q tak kan berubah…
karena q bukanlah Power Ranger.

Peringatan pemerintah : Hati2 THD smua ungkapan cinta dan rayuan lewat sms, karaa semuanya bohongan kecuali sms dari ku.

Aku gak Cinta UangMu
Aku gak Cinta KecantikanMu
Aku gak Cinta KebaikanMu
Aku gak Cinta KecerdasanMu
Karena……
Aku Memang gak Cinta Kamu! :p

nanti kalo naek sepeda,,kamu pegangan ama aku yaah...
aku gak mau kamu jatuh.
klo kamu jatuh.
nanti aku disangka.
buang sampah sembarangan!!

Berhati hatilah jika ingin membalas budi, karena belum tentu budi yang melakukannya.

saat kamu bersedih
datanglah kepadaku
karna
aq jual tisue...
beli 2 gratis 1

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI




TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI


teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e, seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Bidang pendidikan(e-education)
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
BIDANG – BIDANG YANG MENGALAMI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI:
Dalam Bidang Pemerintahan (e-government)
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).
Bidang Keuangan dan Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.
Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
1. Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2. Memotivasi kemampuan kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK,
sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3. Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.
Pengertian teknologi secara umum
• proses yang meningkatkan nilai tambah
• produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
• Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Karena itu pada makalah ini kami membuat dampak-dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia Dari beberapa pengertian di atas nampak bahwa kehidupan ma----nusia tidak terlepas dari adanya teknologi. Artinya, bahwa teknologi merupakan keseluruhan cara yang secara rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
Perkembangan teknologi terjadi bila seseorang menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Sebagai contoh dapat dikemukakan pendapat pakar teknologi dunia terhadap pengembangan teknologi.
Menurut B.J. Habiebie (1983: 14) ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi, terutama teknologi industri, yaitu
(1) pesawat terbang,
(2) maritim dan perkapalan,

(3) alat transportasi,
(4) elektronika dan komunikasi,
(5) energi,
(6) rekayasa ,
(7) alat-alat dan mesin-mesin pertanian, dan
(8) pertahanan dan keamanan.
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTvGONzR2XNmMkHC4_VGP6NCkeY5o9HacWxiFeGmkzzW_V5-0lc_9q7DgUJenis Aplikasi Teknologi Informasi
Aplikasi teknologi informasi sangat terkait dengan aplikasi teknologi komputer dan komunikasi data dalam kehidupan. Hampir semua bidang kehidupan saat ini dapat memanfatkan teknologi komputer. Beberapa jenis aplikasi tersebut adalah :
1. Aplikasi di bidang sains
Contohnya adalah aplikasi astronomi (perbintangan).
2. Aplikasi di bidang teknik/rekayasa
Contohnya adalah pembuatan robot dengan menggunakan konsep kecerdasan buatan agar robot lebih bijak.
3. Aplikasi di bidang bisnis/ekonomi
Contohnya adalah e-business, e-marketing, e-commerce dan lain-lain.
4. Aplikasi di bidang administrasi umum
Contohnya adalah aplikasi penjualan/distribusi barang, aplikasi penggajian karyawan, aplikasi akademik sekolah dan lain-lain.
5. Aplikasi di bidang perbankan
Contohnya adalah e-banking, ATM, dan m-banking.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSaun5sKduF7eP_8onW1-7IPA0gnRhjWcNqfD4DjF35fFGS8zTIotkmm4o
6. Aplikasi di bidang pendidikan
Contohnya adalah e-learning (distance learning).
7. Aplikasi di bidang pemerintahan
Contohnya adalah e-government dan aplikasi inventarisasi kekayaan milik negara (IKMN).
8. Aplikasi di bidang kesehatan/kedokteran
Contohnya adalah pemeriksaane kokar diogr af i yaitu suatu pemeriksaan non invasif untuk menegakkan diagnose penyakit jantung. Dengan menggunakan alat ini aktivitas otot-otot jantung bisa dilihat langsung dilayar monitor dan lainnya.
9. Aplikasi di bidang industri/manufaktur
Contohnya adalah simulasi komputer untuk ujicoba atas rancangan sistem baru.





Pengertian Korupsi 


Kata Korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio dari kata kerja corrumpere yang memiliki arti busuk, rusak, menyogok, menggoyahkan, memutarbalik. Secara Harfiah, Korupsi berarti kebusukan, kebejatan, ketidak jujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang memfitnah.

Pengertian Korupsi dalam arti modern baru terjadi kalau ada konsepsi dan pengaturan pemisahan keuangan pribadi dan sebagain pejabat sangat penting, sebab seorang raja tradisional tidak dianggap sebagai koruptor jika menggunakan uang negara, karena raja adalah negara itu sendiri.

Andi Hamzah, (2005) menjelaskan bahwa Korupsi berawal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio berasal dari kata corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun ke banyak bahasa Eropa seperti Inggris yaitu corruption, corrupt; Prancis yaitu corruption; dan Belanda yaitu corruptie, korruptie. Dari Bahasa Belanda inilah kata itu turun ke Bahasa Indonesia yaitu korupsi.

Definisi Korupsi dapat pula mengacu pada pemakaian dana pemerintah untuk tujuan pribadi. Definisi ini tidak hanya menyangkut korupsi moneter yang konvensional, akan tetapi menyangkut pula korupsi politik dan administratif. Seorang administrator yang memanfaatkan kedudukannya untuk menguras pembayaran tidak resmi dari para investor (domestik maupun asing), memakai sumber pemerintah, kedudukan, martabat, status, atau kewenangannnya yang resmi, untuk keuntungan pribadi dapat pula dikategorikan melakukan tindak korupsi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Korupsi adalah:
1).Penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.
2).menyelewengkan; menggelapkan (uang dsb).

Menurut pasal 435 KUHP, korupsi berarti busuk, buruk, bejat dan dapat disogok, suka disuap, pokoknya merupakan perbuatan yang buruk. Perbuatan Korupsi dalam dalam istilah kriminologi digolongkan kedalam kejahatan White Collar Crime. Dalam praktek Undang-undang yang bersangkutan, Korupsi adalah tindak pidana yang memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan yang yang secara langsung ataupun tidak langsung merugikan keuangan Negara dan perkenomian Negara.

sekian dulu pemberitahuan dari saya, semoga bermanfaat untuk anda.... :)

22:17  Jimmi Dandi P. 


BAB I
PENDAHULUAN

Kalimat adalah: Satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan.
Unsur kalimat adalah jabatan kata dan kini disebut peran kata, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Kalimat bahasa Indonesia baku terdiri dari sekurang-kurangnya atas dua unsur, yakni S dan P. Unsur yang lain (O, Pel, dan Ket) dalam suatu kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir, atau wajib tidak hadir.
Jabatan kalimat kelihatan mudah, namun sebenarnya sulit. Dari pokok bahasan bahasa Indonesia yang terdapat di KTSP SMP dan SMA, pokok bahasan ini salah satu pokok bahsan yang sulit bagi penulis. Namun, dalam makalah ini akan dibahas secara terperinci sehingga mudah dipahami apa sebenarnya S,P,O, dan Pelengkap.




BAB II
PEMBAHASAN

A. UNSUR KALIMAT
Unsur kalimat adalah fungsi sintaksis yang dalam buku-buku tata bahasa Indonesia lama lazim disebut jabatan kata dan kini disebut peran kata, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Kalimat bahasa Indonesia baku terdiri dari sekurang-kurangnya atas dua unsur, yakni S dan P. Unsur yang lain (O, Pel, dan Ket) dalam suatu kalimat dapat wajib hadir, tidak wajib hadir, atau wajib tidak hadir. Namun , dalam pambahasan kali ini, penulis hanya membahas sesuai tugas yang diberikan yakni, yaitu subjek (S), predikat (P), objek (O), pelengkap (Pel).

1. Subjek.
Subjek (S) adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, atau suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek biasanya diisi oleh jenis kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal.
(1) Ayahku sedang melukis.
(2) Meja direktur besar.
(3) Yang berbaju batik dosen saya.
(4) Berjalan kaki menyehatkan badan.
(5) Membangun jalan layang sangat mahal.

Selain ciri di atas, S dapat juga dikenali dengan cara bertanya dengan memakai kata tanya siapa (yang)… atau apa (yang)… kepada P. Kalau ada jawaban yang logis atas pertanyaan yang diajukan, itulah S. Jika ternyata jawabannya tidak ada atau tidak logis berarti kalimat itu tidak mempunyai S. Inilah contoh “kalimat” yang tidak mempunyai S karena tidak ada/tidak jelas pelaku atau bendanya.

(1) Bagi siswa sekolah dilarang masuk.
(yang benar : Siswa sekolah dilarang masuk)
(2) Di sini melayani resep obat generik.
(yang benar : Toko ini melayani resep obat generik).
(3) Melamun sepanjang malam.
(yang benar : Dia melamun sepanjang malam)

2. Predikat.
Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberi tahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana S (pelaku/tokoh atau benda di dalam suatu kalimat). Selain memberi tahu tindakan atau perbuatan S, prediksi dapat pula menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jatidiri S. Termasuk juga sebagai P dalam kalimat adalah pernyataan tentang jumlah sesuatu yang dimiliki S. Predikat dapat berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, tetapi dapat juga numeralia, nomina, atau frasa nominal. Perhatikan contoh berikut ini.
Contoh :
(1) Kuda meringkik.
(2) Ibu sedang tidur siang.
(3) Putrinya cantik jelita.
(4) Kota Jakarta dalam keadaan aman.
(5) Kucingku belang tiga.
(6) Robby mahasiswa baru.
(7) Rumah Pak Hartawan lima.

Tuturan di bawah ini tidak memilik P karena tidak ada kata-kata yang menunjuk perbuatan, sifat, keadaan, ciri dan status pelaku/bendanya.
(1) Adik saya yang gendut lagi lucu itu.
(2) Kantor kami yang terletak di Jln. Gatot Subroto.
(3) Bandung yang terkenal sebagai kota kembang.

3. Objek.
Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Objek pada umumnya diisi oleh nominal, frasa nominal, atau klausa. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O seperti pada contoh dibawah ini.
(1) Nurul menimang……....(bonekanya)
Arsitek merancang………....(sebuah gedung bertingkat)
Juru masak menggorek…….….(udang windu)

Jika P diisi oleh verba intransitif, O tidak diperlukan.
a. Nenek sedang tidur.
b. Komputerku rusak.
c. Tamunya pulang.

Objek dalam kalimat aktif dapat berubah menjadi S jika kalimatnya dipasifkan. Perhatikan contoh kalimat berikut yang letak O-nya di belakang dan lihat ubahan posisinya bila kalimatnya dipasifkan.
(1) a. Serena Williams mengalahkan Angelique Wijaya [O].
b. Angelique Wijaya [S] dikalahkan oleh Serena Williams.
(2) a. Orang itu menipu adik saya [O].
b. Adik saya [S] ditipu orang itu.
(3) a. Ibu Tuti mencupit pipi Sandra [O]
b. Pipi Sandra [S] dicubit oleh ibu Tuti.
(4) a. John Smith memberi barang antik [O].
b. Barang antik [S] dibeli oleh John Smith.






4. Pelengkap
Pelengkap (Pel) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. Letak Pel umumnya di belakang P yang berupa verba. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi Pel dan O juga sama, yaitu dapat juga berupa nominal, frase nominal, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan. Perhatikan contoh di bawah ini.
(1) Ketua MPR // membacakan // Pancasila.
S P O
(2) Banyak orsospol // berlandaskan // Pancasila.
S P Pel
(3) Pancasila // dibacakan // oleh Ketua MPR.
S P O

Beda Pel dan O adalah Pel tidak dapat dipasipkan menjadi subjek, sedangkan O dapat dipasipkan menjadi subjek.
Posisi Pancasila sebagai Pel pada contoh no. 2 di atas tidak dapat dipindahkan ke depan menjadi S dalam kalimat pasip.

Contoh yang salah : Pancasila dilandasi oleh banyak orsospol (X)
Akan tetapi Pancasila sebagai O pada contoh no. 1 di atas dapat dibalik menjadi S dalam kalimat pasip.
Contoh : Pancasila dibacakan oleh Ketua MPR.
S P O

Hal lain yang membedakan Pel dan O adalah jenis pengisinya. Selain diisi oleh nomina dan frase nominal, Pel dapat pula diisi oleh frase adjektival dan frase preposisional. Di samping itu, letak Pel tidak selalau persis di belakang P. Kalau dalam kelimatnya terdapat O, letak Pel adalah di belakang O sehingga urutuan penulisan bagian kalimat menjadi S-P-O-Pel.
Berikut adalah beberapa contoh pelengkap dalam kalimat.
(1) Sutardji membacakan pengagumnya puisi kontemporer.
(2) Mayang mendongengkan Rayhan Cerita si Kancil.
(3) Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum.
(4) Annisa mengirimi kakeknya kopiah bludru.
(5) Pamanku membelikan anaknya rumah mungil.

Bedakan : - Sekretaris itu mengambil air minum untuk atasannya.
- Annisa mengirim kopiah bludru untuk kakaknya.
(Kata atasannya dan kakanya menjadi Keterangan (Ket.), sedangkan air minum dan kopiah bludru adalah Objek).



BAB III
PENUTUP

Dari paparan sebelumnya, cara yang paling mudah menganalisis struktur kalimat dalam bahasa Indonesia yaitu dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan sebagai kata kunci.
Mengetahui unsure-unsur kalimat dalam bahasa Indonasia sangat penting agar kita dapat membuat atau menyusun kalimat yang efektif.

Gaya dan Tekanan




Gaya
Gaya dalam pengertian ilmu fisika adalah seseatu yang menyebabkan perubahan keadaan benda.
Hukum Newton

Hukum I Newton
Setiap benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan apabila pada benda itu tidak bekerja gaya.
 \Sigma F = 0
Hukum II Newton
Bila sebuah benda mengalami gaya sebesar F maka benda tersebut akan mengalami percepatan.
 \Sigma F = m \times a
Keterangan:
§  F : gaya (N atau dn)
§  m : massa (kg atau g)
§  a : percepatan (m/s2 atau cm/s2)
Hukum III Newton
Untuk setiap gaya aksi, akan selalu terdapat gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.
 F_{AB} = - F_{BA}
Gaya gesek
 F_{g} = \mu \times N
Keterangan:
§  Fg : Gaya gesek (N)
§   \mu  : koefisien gesekan
§  N : gaya normal (N)
soalya imuet




Gaya berat
 w = m \times g
Keterangan:
§  W : Gaya berat (N)
§  m : massa benda (kg)
§  g : gravitasi bumi (m/s2)
Berat jenis
 s = \rho \times g  atau  s = \frac {w} {V}
Keterangan:
§  s: berat jenis (N/m3)
§  w: berat benda (N)
§  V: Volume benda (m3)
§   \rho : massa jenis (kg/m3)

Tekanan
 p = \frac {F} {A}
Keterangan:
§  p: Tekanan (N/m² atau dn/cm²)
§  F: Gaya (N atau dn)
§  A: Luas alas/penampang (m² atau cm²)
Satuan:
§  1 Pa = 1 N/m² = 10-5 bar = 0,99 x 10-5 atm = 0,752 x 10-2 mmHg atau torr = 0,145 x 10-3 lb/in² (psi)
§  1 torr= 1 mmHg





Tekanan hidrostatis
p_{\text{h}} = \rho\,\! \times g \times h
p_{\text{h}} = h \times s
Keterangan:
§  ph: Tekanan hidrostatis (N/m² atau dn/cm²)
§  h: jarak ke permukaan zat cair (m atau cm)
§  s: berat jenis zat cair (N/m³ atau dn/cm³)
§  ρ: massa jenis zat cair (kg/m³ atau g/cm³)
§  g: gravitasi (m/s² atau cm/s²)
Hukum Pascal
Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.
 \frac {F_{\text{2}}} {A_{\text{2}}} = \frac {F_{\text{1}}} {A_{\text{1}}}
Keterangan:
§  F1: Gaya tekan pada pengisap 1
§  F2: Gaya tekan pada pengisap 2
§  A1: Luas penampang pada pengisap 1
§  A2: Luas penampang pada pengisap 2
Hukum Boyle
 {V_{\text{1}}} \times {P_{\text{1}}} = {P_{\text{2}}} \times {V_{\text{2}}}

sekian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat bagi anda semua.....  :)

Anak Berbakat


hiiiii....   selamat datang di blog saya...
di sini saya akan menceritakan tentang apa itu Anak berbakat.
menurut saya, anak berbakat adalah anak yang mampu untuk menciptakan,mengembangkan atau mengkreasikan penemuan yang telah ada. Banyak istilah keberbakatan (anak berbakat) yang digunakan di psikologi seperti giftedtalented,genius dan prodigy ternyata tidak memiliki satu definisi atau batasan yang sama, hal ini baru saya ketahui setelah membaca buku karya Reni Akbar-Hawadi (Keberbakatan Intelektual Melalui Metode Non-tes dengan Pendekatan Konsep Keberbakatan Renzulli). Tetapi pada kesempatan kali ini saya akan coba merangkum definisi-definisi tersebut dan menjelaskannya sedikit.
Istilah gifted ditujukan untuk orang, anak didik atau siswa yang memiliki kemampuan akademis (secara umum) yang tinggi, yang ditandai dengan didapatkannya skor IQ yang tinggi pada pengerjaan tes kecerdasan/intelegensi (terkait: IQ Tidak Sama dengan Kecerdasan), sedangkan talentedadalah kebalikannya, ditujukan untuk orang yang memiliki kemampuan unggul dalam bidang akademis yang khusus (seperti matematika, bahasa), juga bidang seni, musik, dan drama. Jadi kalau gifted itu ditujukan untuk kemampuan akademis secara umum, sedangkan talentedditujukan untuk dua kemampuan unggul:

  • Bidang akademis khusus

  • Bidang non-akademis
Kemudian apa bedanya gifted dan genius (jenius)?Genius merujuk pada individu yang telah menampilkan kemampuan tingkat tinggi yang luar biasa pada prestasi bermakna, sedangkan giftedadalah secara umum merujuk pada mereka yang menampilkan tanda-tanda atau indikasi kemampuan superior. Jadi, seorang gifted belum tentu orang yang jenius, sebab gifted belum tentu memberikan kontribusi unik pada lingkungannya dalam kurun tertentu, tetapi orang jenius sudah pasti seorang gifted. Contoh orang jenius bisa diwakili oleh Bapak B.J. Habibie yang banyak memberikan kontribusi yang mengagumkan dalam bidang teknologi penerbangan di Indonesia dan dunia, juga berkontribusi atas perkembangan demokrasi di Indonesia. Mengenai kontribusinya dapat dibaca pada artikelBiografi (Lengkap) BJ Habibie : Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia.
Istilah prodigy (anak ajaib) merujuk pada anak yang mampu berprestasi secara menakjubkan dalam bidang keterampilan tertentu seperti matematika, catur dan musik. Jadi prodigy ini boleh dibilang sama dengan talented menurut pengertian di atas. Contoh orang seperti ini barangkali bisa diwakili oleh Utut Adianto, seorang pecatur yang sering dianggap sebagai yang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah Grandmaster (GM) Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini. Saat meraih gelar grand master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai prestasi ini, yaitu pada usia 21 tahun.
Demikian sedikit penjelasan saya, semoga bermanfaat.
Istilah prodigy (anak ajaib) merujuk pada anak yang mampu berprestasi secara menakjubkan dalam bidang keterampilan tertentu seperti matematika, catur dan musik. Jadi prodigy ini boleh dibilang sama dengan talented menurut pengertian di atas. Contoh orang seperti ini barangkali bisa diwakili oleh Utut Adianto, seorang pecatur yang sering dianggap sebagai yang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia adalah Grandmaster (GM) Indonesia berperingkat tertinggi di dunia saat ini. Saat meraih gelar grand master, ia adalah pecatur Indonesia termuda yang berhasil mencapai prestasi ini, yaitu pada usia 21 tahun.
Demikian sedikit penjelasan saya, semoga bermanfaat.


Contoh orang yang talented bisa diwakili oleh Bung Karno yang sangat jago dalam berpidato dan jago menguasai massa. Presiden Soekarno (EYD: Sukarno) dapat berpidato berjam-jam tanpa jeda dan tanpa teks, dan anehnya pendengarnya tidak jenuh-jenuh dan tetap serius mendengarkan beliau. Mengenai betapa berbakatnya Bung Karno dalam kemampuan berpidato dan mempersuasi massa dapat dibaca pada artikel Keajaiban-keajaiban Pidato Bung Karno.